Valentine's Day, momen yang selalu dirayakan pada tanggal 14 Februari yang diklaim sebagai "Hari Kasih Sayang" memang begitu menyedot perhatian banyak orang, khususnya kalangan remaja dan anak muda. Kita bisa saksikan sendiri bagaimana media masa, baik cetak maupun visual, mall-mall, pusat perbelanjaan, pusat hiburan, dan yang lainnya berlomba-lomba menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Namun yang sangat disayangkan, banyak dari kaum muslimin yang turut serta dalam memeriahkan perayaan itu. Mengapa mereka begitu antusias dengan hadirnya Valentine's Day? Ada apa sebenarnya dengan Valentine's Day?
-
RAHASIA DI AKHIR TASYAHUD
Sukses, ternyata tidak lepas dari kecerdikan dalam memilah dan memanfaatkan kesempatan, apapun bentuk kesuksesan itu. Sehingga memerankan strategi yang baik sangatlah penting dalam kehidupan seorang muslim.
-
SAATNYA AKU TIADA LAGI BERMIMPI
Hunian super mewah di dunia belum ada apa-apanya jika dibandingkan dengan hunian yang Allah sediakan di surga. Untuk memilikinya pun bukanlah mimpi, bahkan seorang mukmin yang paling miskin pun bisa meraihnya, dan hal itu bukanlah perkara yang mustahil.
-
HAK-HAK ANAK TERHADAP ORANG TUA
Hak-hak anak bagi orang tua ibarat biji-bijian yang hendak ditanamnya. Apabila biji-bijian ini ketika sebelum maupun setelah ditanamnya diperhatikan dan dirawat dengan baik, niscaya ia akan menjadi tanaman yang subur dan menghasilkan buah yang baik lagi banyak.
-
DOSA-DOSA PACARAN
Cukuplah bagi kita, khususnya orang tua atau mereka yang di bawah tangannya tergenggam amanah akan pendidikan maupun perkembangan anak-anaknya, bahwa fakta maupun realita yang kerap terdengar dan menjadi santapan sehari-hari kita menunjukkan akan buruknya akibat dari sebuah pacaran.
Dosa-Dosa VALENTINE'S DAY
Valentine's Day, momen yang selalu dirayakan pada tanggal 14 Februari yang diklaim sebagai "Hari Kasih Sayang" memang begitu menyedot perhatian banyak orang, khususnya kalangan remaja dan anak muda. Kita bisa saksikan sendiri bagaimana media masa, baik cetak maupun visual, mall-mall, pusat perbelanjaan, pusat hiburan, dan yang lainnya berlomba-lomba menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Namun yang sangat disayangkan, banyak dari kaum muslimin yang turut serta dalam memeriahkan perayaan itu. Mengapa mereka begitu antusias dengan hadirnya Valentine's Day? Ada apa sebenarnya dengan Valentine's Day?
Alam Barzakh
Apa Itu Alam Barzakh?
Dalam ash-Shihah, Al-Jauhari mengatakan bahwa al-Barzakh maknanya adalah diding/sekat yang membatasi dua benda. Alam barzakh berarti alam yang terletak di antara alam dunia dan alam akhirat semenjak hari kematian sampai hari kebangkitan, barangsiapa meninggal dunia maka ia telah memasuki alam barzakh.
Alam barzakh atau yang dikenal dengan alam kubur merupakan pemisah antara kehidupan dunia dan akhirat dan menjadi awal persinggahan negeri akhirat. Setiap manusia pasti akan melewati alam ini sampai pada hari mereka dibangkitkan untuk menghadapi hari penghisaban amal. Barangsiapa selamat darinya, niscaya akan mudah perjalanan selanjutnya, dan jika tidak selamat, maka yang setelahnya akan lebih berat lagi baginya.
Alam barzakh/alam kubur bagi orang-orang beriman yang taat merupakan taman dari taman-taman surga, dan menjadi lubang dari lubang-lubang neraka bagi orang-orang kafir maupun para pelaku maksiat yang akan terus menyiksa diri mereka di setiap pagi dan petang sampai datangnya hari penghisaban.
Rasulullah bersabda:
"Alam kubur adalah taman dari taman-taman surga atau lubang dari lubang-lubang neraka." (HR. At-Tirmidzi, no. 2460)
Penyesalan Orang-Orang Kafir
Kelak di alam barzakh, orang-orang kafir akan menyesali keadaan mereka. Tidak ada keinginan dalam diri mereka melainkan keinginan untuk dikembalikan ke dunia. Mereka tidak lagi menginginkan harta, kedudukan, kepopuleran, keluarga, bahkan orang-orang dekat yang sangat mereka cintainya, yang mereka inginkan tidak lain hanyalah dikembalikan lagi ke dunia untuk bisa beramal shalih.
Akan tetapi ucapan mereka hanyalah dusta belaka. Seandainya mereka dikembalikan ke dunia yang kedua kalinya, niscaya mereka akan tetap kembali ke dalam kekufuran. Allah berfirman:
"(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, 'Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan.' Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan dihadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan." (QS. Al-Mu'minun: 99-100)
Adakah Teman di Alam Barzakh?
Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits dalam kitab Shahihnya, dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda:
"Tiga perkara yang mengikuti orang yang telah meninggal dunia, yang dua akan kembali dan tersisa satu yang akan terus mengikutinya. (Ketiga perkara itu) yang akan mengikutinya ialah keluarga, harta dan amalnya. Keluarga dan hartanya akan kembali, sementara amalnya akan terus mengikutinya." (HR. Bukhari, no. 6514)
Di alam barzakh, setiap manusia akan hidup sendiri serasa berada dalam pengasingan, tak ada sesuatupun yang menjadi teman melainkan amalnya.
Rasulullah bersabda:
وَأَنَا بَيْتُ التُّرَابِ، وَأَنَا بَيْتُ الدُّودِ
"Tidak terlintas suatu hari di alam kubur melainkan ia (kubur) akan berkata, 'Saya adalah rumah pengasingan, rumah kesendirian, rumah dari tanah dan rumah belatung.'" (HR. At-Tirmidzi, no. 2460)
Barangsiapa amalnya baik di dunia, maka amal kebajikan itu adalah temannya yang akan membuat dirinya senang dan lapanglah alam kuburnya.
Disebutkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bahwa ketika seorang mukmin meninggal dunia untuk menuju negeri akhirat, dikatakan kepadanya:
"'Hamparkanlah untuknya (permadani) dari surga, pakaikanlah untuknya (pakaian) dari surga, dan bukakanlah baginya pintu yang menuju surga.' Maka sampailah kepadanya aroma dan keindahan surga itu, dan kubur pun dilapangkan baginya sejauh mata memandang. Kemudian datang kepadanya seorang lelaki yang berwajah tampan, pakaiannya bagus dan aromanya wangi sembari berkata, 'Bergembiralah dengan sesuatu yang telah menyenangkanmu, ini adalah hari yang dahulu kamu dijanjikan.' Ia (orang mukmin) pun bertanya, 'Siapakah kamu, wajahmu adalah wajah yang membawa kebaikan?' Ia menjawab, 'Aku adalah amal shalihmu.' Akhirnya ia (orang mukmin) berkata, 'Wahai Tuhanku, tegakkanlah kiamat agar aku bisa kembali kepada keluargaku.'" (HR. Ahmad, no. 18534)
Dan barangsiapa yang amalnya buruk di dunia, maka amal keburukan itulah yang akan menjadi teman di kuburnya. Ia akan menjadi temannya yang berwajah buruk, pakaiannya jelek dan baunya tidak sedap. Dan dikatakan kepadanya:
وَيُضَيَّقُ عَلَيْهِ قَبْرُهُ حَتَّى تَخْتَلِفَ فِيْهِ أَضْلَاعُهُ، وَيَأْتِيْهِ رَجُلٌ قَبِيْحُ الْوَجْهِ، قَبِيْحُ الثِّيَابِ،
مُنْتِنُ الرِّيْحِ، فَيَقُوْلُ: أَبْشِرْ بِالَّذِيْ يَسُوْءُكَ، هَذَا يَوْمُكَ الَّذِي كُنْتَ تُوْعَدُ، فَيَقُوْلُ: مَنْ أَنْتَ ؟
فَوَجْهُكَ الْوَجْهُ يَجِيْءُ بِالشَّرِّ، فَيَقُوْلُ: أَنَا عَمَلُكَ الْخَبِيْثُ، فَيَقُوْلُ: رَبِّ لَا تُقِمِ السَّاعَةَ
"'Hamparkanlah untuknya (permadani) dari neraka, bukakanlah baginya pintu menuju neraka.' Maka sampailah kepadanya rasa panas dan angin panas neraka itu, kuburnya pun disempitkan sampai tulang rusuknya terhimpit. Kemudian datanglah seorang lelaki berwajah buruk, pakaiannya jelek, dan baunya busuk sembari berkata, 'Bergembiralah dengan sesuatu yang telah menyedihkanmu, ini adalah hari yang dahulu kamu dijanjikan.' Ia (orang kafir) pun bertanya, 'Siapa kamu, wajahmu adalah wajah yang membawa keburukan?' Ia pun menjawab, 'Aku adalah amal burukmu.' Akhirnya ia (orang kafir) berkata, 'Tuhanku, janganlah Engkau tegakkan kiamat." (HR. Ahmad, no. 18534)
Wasiat Rasulullah
Maut (kematian) adalah cangkir, sementara manusia adalah para peminumnya. Setiap yang berjiwa pasti akan mati, dan saat kematian telah menghampirinya, niscaya kematian itu tidak akan pernah ditangguhkan sesaat pun darinya dan tidak pula disegerakan.
Karenanya, ingatlah wasiat Rasulullah berikut ini:
"Perbanyaklah mengingat penghancur semua kenikmatan dan kesenangan, yakni kematian." (HR. At-Tirmidzi, no. 2307)
"Berziarahlah kubur, sesungguhnya ia mengingatkan pada kematian." (HR. Muslim, no. 2304)
Wallahu a'lam
Oleh : Saed As-Saedy, Lc.








